IDENTIFIKASI TRANSAKSI YANG DILARANG

A. Penyebab terlarangnya sebuah transaksi adalah disebabkan:

  1. Haram zatnya
  2. Haram selain zatnya
  3. Tidak sah akadnya

Haram zatnya

Transaksi dilarang karena obje yang ditransaksikan juga dilarang, misalnya minuman keras, bangkai, daging babi. Jadi, meskipun transaksi jual-beli minuman keras dan babi akad jual belinya sah namun transaksi jual beli tersebut adalah haram.

Haram selain zatnya

1)     Melanggar prinsip “an Taradin Minkum”

Tadlis (Penipuan)

Setiap transaksi dalam islam harus didasarkan pada prinsip kerelaan antara kedua belah pihak (sama-sama ridho). Mereka harus mempunyai informasi yang sama sehingga merasa tidak dirugikan (dicurangi). Akan tetapi bila terdapat keadaan dimana salah satu pihak tidak mengetahui informasi yang diketahui pihak lain, hal ini disebut tadlis, terdapat 4 hal hal yakni :

1. Kuantitas Tadlis dalam kuantias, dimana pedagang mengurangi timbangan (takaran) barang yang dijualnya.

2. Kualitas Penjual menyembunyikan cacat pada barang yang ditawarkan pada pembeli.

3. Harga Penjual memanfaatkan pembeli dalam hal ketidaktahuan pembeli akan harga pasar.

4. Waktu penyediaan Pembeli memesan barang pada penjual, dimana penjual mengetahui bahwa ia tidak dapat memenuhi apa yang dijanjikan pada pembeli tepat pada waktunya.

  

2)    Melanggar prinsip la’Tazhlimuna wa la Tuzhlamun’

Prinsip keuda, dimana pada prinsip tersebut dilarang menzalimi dan dizalimin. Praktik yang melanggar prinsip diantaranya :

  1. GhararKetidakpastian kedua belah pihak yang bertansaksi
  2. Rekayasa pasar (supply dan demand)erjadi bila seorang produsen atau penjual mengambil keuntungan di atas keuntungan normal dengan cara menggurangi supply agar harga produk yang dijualnya naik.
  3. Rekayasa pasar (deman, ba’i najasy)Seorang produsen menciptakan permntaan yang palsu, seolah-olah terdapat banyak permintaan terhadap suatu produk sehingga harga jual produk itu naik
  4. Riba (riba fadl, riba nasiah, riba jahiliyah)Riba fadl, riba yang timbul akibat barang sejenis yang tidak memenuhikriteria kualias, kuantitas, dan waktu penyerahannya. Riba nasiah, riba yang timbul akibat utang piutang yang tidak memenuhi kriteria untung muncul bersama resiko dan hasi usaha muncul bersama biaya. Riba jahiliyah, utang yang dibayar melebihi dari pokok pinjaman, karenan si peminjam tidak mampu mengembalikan dana pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan.
  5. Maysir (perjudian)
  6. Risywah (suap menyuap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: